Senin, 01 Juli 2013

Dipilih dan Menghasilkan Buah

Yohanes 15:16 
“Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap, supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku, diberikan-Nya kepadamu”.

Allah yang memilih kita berarti ada hak atau otoritas Allah untuk tidak memilih kita, benar?? Ya... ada sekian banyak anak muda yang ada dijakarta pastikan kita yang termasuk didalamnya, yang dipilih oleh Allah dan melakukan kehendak-Nya. ketika kita dipilih oleh Allah ada panggilan baru dalam baru dalam hidup kita, mari kita pegang panggilan Allah dalam hidup kita karena mungkin tidak ada kesempatan lain lagi.

Sebagai anak muda kita punya keinginan, contoh : punya rumah yang besar, uang yang banyak, punya kendaraan mewah atau punya pasangan hidup yang keren tetapi Tuhan mau bilang kepada setiap anak muda ketika Allah memanggil kita dan melakukan kehendak-Nya maka secara otomatis Allah memberikan apa yang kita butuhkan. Ayat ini mengatakan"supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku, diberikan-Nya kepadamu". Mari anak-anak muda jangan tinggalkan Allah karena ingin rumah yang besar atau uang yang banyak atau pasangan hidup mu tetapi lakukanlah tugas yang Tuhan berikan kepada kita sebagai anak muda yang telah dipilih oleh Allah.

Tugas yang diberikan oleh Allah yaitu BERBUAH, dalam firman Tuhan ada banyak buah yang dituliskan yaitu :

o 9 buah roh
o Buah kebenaran
o Buah pertobatan
o Buah Jiwa-jiwa

Tetapi yang dimaksud dalam ayat ini “pergi dan menghasilkan buah” yaitu perluas kapasitasmu dan menghasilkan buah jiwa-jiwa.

Ayoo.. anak-anak muda ketika kita telah dipanggil Tuhan jangan kita meninggalkan panggilan Tuhan tetapi bertumbuhlah dan berbuah bagi kemuliaan nama Tuhan sehingga setiap apa yang kita minta maka Tuhan akan berikan yaitu kuncinya melakukan kehendak-Nya
Tunduk akan Otoritas

Taat akan otoritas?? mau tau caranya yukkk simak.. cekidott !!!

1.  Lead

Apa figur pemimpin di dalam Firman Tuhan ??
Maleakhi 4:4-6 “…Maka ia akan membuat hati bapa-bapa berbalik kepada anak-anaknya dan hati anak-anak kepada bapa-bapanya supaya jangan Aku datang memukul bumi sehingga musnah”.

Ada 2 tipe kepemimpinan :

  1.  Fungsional : seorang yang tidak diberikan jabatan tetapi memiliki fungsi 
  2.  Struktural  : Seorang yang mempunyai jabatan tetapi kurang berfungsi
Menurut kalian manakah yang lebih baik?? Fungsional adalah tipe kepemimpinan yang baik, walau tidak memiliki jabatan tetap memiliki fungsi. Ketika kita berfungsi dimana pun kita ditempatkan dalam bekerja pasti Tuhan akan mempercayakan lebih lagi lewat pemimpin kita di tempat kerja.


2. Cope

Seorang pemimpin harus bisa menanggulagi / mengatasi setiap masalah dengan sikap hati / respon yang benar.

Yohanes 15:7-8
  1.  Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya.
  2. Dalam hal inilah Bapa-Ku dipermuliakan, yaitu jika kamu berbuah banyak dan dengan demikian kamu adalah murid-murid-Ku."
Nilai-nilai kepemimpinan :
  1.  Daya belajar
  2.  Hati yang berempati
  3. Pelayan professional
  4. Karakter
  5. Prinsip Betlehem artinya memulai dari apa yang ada dalam diri kita
Yukkk kita belajar dr tokoh alkitab..Musa siapa yg tidak tau musa? :D

Dalam kepemimpinan Musa, suatu ketika ia dikritik oleh Harun dan Miryam saudara nya oleh karena mengambil seorang perempuan Kush menjadi isterinya, dan menurut mereka itu adalah kesalahan besar dan tidak pantas dilakukan oleh seorang pemimpin. Miryam dan Harun mengata-ngatai Musa, namun mereka tidak menyadari bahwa Tuhan mendengar kata-kata umpatan itu dan ternyata Tuhan membela Musa hamba Nya yang telah Ia pilih.

Bilangan 12 : 7 “Bukan demikian hamba-Ku Musa, seorang yang setia dalam segenap rumahKu. 8. Berhadap2an Aku berbicara dengan dia, terus terang, bukan dgn teka-teki, dan ia memandang rupa TUHAN. Mengapakah kamu tdk takut mengatai hamba-Ku Musa?”  9. Sebab itu bangkitlah murka TUHAN terhadap mereka, lalu pergilah Ia. 10. Dan ketika awan telah naik dari atas kemah, maka tampaklah Miryam kena kusta, Putih seperti salju; ketika Harun berpaling pada Miryam, maka dilihatnya, bahwa dia kena kusta!”

Tuhan mengajar Harun dan Miryam agar menghormati pemimpin yang sudah Ia tetapkan, walaupun pemimpin itu punya kekurangan. Urusan untuk menegur atau meluruskan pemimpin adalah bagian Tuhan. Seringkali orang percaya mudah berkata : “Aku tunduk pada Tuhan” namun mereka sebagai sebagai jemaat sulit tunduk kepada gembala, sebagai anak-anak suka berontak kepada orang tua, dan sebagai karyawan masih suka demo kepada pimpinan perusahaan.

Banyak orang yang begitu bersemangat jika membicarakan topik tentang berkat-berkat Tuhan. Namun kadang-kadang orang lupa bahwa berkat Tuhan bisa terhalang jika kita tidak mengerti dan tidak mentaati Firman Nya. Nah, mari kita belajar bahwa melalui penundukan diri kepada otoritas diatas kita (suami, orang tua, pimpinan di kantor tempat kita bekerja, pemerintah bangsa kita dan gembala di gereja lokal kita beribadah) kita akan menerima berkat-berkat dari Tuhan.

Sebaliknya bisa terjadi jika kita tidak mau tunduk kepada otoritas kepemimpinan yang dari Tuhan maka berkat itu akan terhambat, bahkan bisa jadi masalah demi masalah yang datang menyerang kita. Disini kita bahas ada 4 berkat
  • Dengan tunduk pada otoritas pemimpin, kita berjalan sesuai Firman Nya
  • Dengan tunduk pada otoritas pemimpin, karakter kita dibentuk 
Banyak orang mengundurkan diri dari pelayanan karena terbentur dengan gembalanya, atau karyawan pindah kerja karena kesal melihat atasannya yang tidak menaikkan gajinya. Namun sesungguhnya mereka itu masih berputar-putar dengan masalah sebab karakter mereka belum berubah (tidak mau diproses dan dibentuk oleh Tuhan). Prinsipnya jika kita mudah diatur dan dipimpin makapun kitapun akan mudah mengatur serta memimpin orang lain, dan itu berlaku juga sebaliknya. Jika Anda sebagai pemimpin merasa anggota Anda sulit sekali dipimpin, coba koreksi diri barangkali Anda pun sulit dipimpin atasan Anda.Sebaliknya mereka yang tetap bertahan, tetap mengasihi dan mendoakan pimpinan dan tetap melakukan bagian mereka dengan sebaik-baiknya, maka mereka sedang diproses dan dibentuk karakternya
  • Dengan tunduk pada otoritas pemimpin, kita terhindar dari perpecahan 
Mengapa banyak orang mengalami perpecahan dan berakhir dengan kekecewaan serta akar pahit?  Salah satu jawabannya adalah karena tidak mau mengalah dan tidak mau tunduk kepada pemimpin. Daud tidak mau menjamah Saul yang ingin membunuhnya, walaupun dua kali ia mendapat kesempatan untuk itu. Pada saat itu Saul adalah seorang pemimpin atau Raja yang sudah undur dari roh Tuhan, namun Daud tetap menghormati nya. Dan apa yang terjadi? Karena Saul tidak mau bertobat, Tuhan yang berurusan. Ia menghajar Saul, ia mati bunuh diri, dan naknya Yonathan juga mati dalam peperangan pada hari yang sama. Jika semua anak-anak Tuhan menyadari prinsip ini maka tidak akan ada lagi perpecahan didalam dimana kita bekerja.
  • Dengan tunduk pada otoritas pemimpin, kita hidup dalam pengayoman Tuhan 
Dengan hidup dalam penundukan pada otoritas pemimpin, itu berarti kita hidup dalam “payung rohani’ atau “payung ilahi” atau dalam perlindungan ilahi, sehingga terhindar dari hujan dan panas yang tidak baik untuk kita, terhindar dari ancaman si jahat yang berkeliling dan mengintai Tunduk pada pemimpin berarti kita tunduk pada Allah, maka otoritas untuk mengusir iblis ada pada kita.

Tanpa penundukan diri, di mata Tuhan kita bukanlah pribadi yang berkualitas!